Ini masih tentang cinta

“Belakangan ini kamu gak sms atau telpon aku kenapa?” “Aku sibuk cari kerjaan, maaf yah. Gimana sekolah kamu? Naik kelas?”.
Terlukis seperti percakapan dengan saling menatap antara aku dan Ekasyah seorang yang menyatakan perasaan cintanya padaku 7bulan yang lalu. Dia baru saja wisuda SMA kejuruan pelayaran di kota ini, sedangkan aku masih duduk di bangku kelas XI ke XII. Ekasyah sudah sekitar 16 hari tak ada kabar, lelaki dengan tinggi 178cm dan berat yg proporsional ini baik dan sangat pandai bertuturkata.
Selalu ada saja cara untuk dia meluluhkan hatiku ini.
“Aku naik kelas kok, kamu jadi berlayar?”
“Syukurlah, enggak jadi. Bapak sama ibu sakit2an terus, jadi aku cari kerja didarat aja.”

1bulan kemudian tanpa ada kabar berlanjut.

Shandy teman ekasyah yang aku kenal tiba2 menelpon dan curhat tentang mantan kekasihnya yang jika dikumpulkan ada sekitar 1pasukan pengibar haha.
Dia bertanya dan memberi nasehat
“Pacar kamu pandai membual, kata cintanya tidak satu, terkadang lupa akan yang pernah temannya cintai”
Menanyakan apa artinya, namun aku tak dapat jawabannya.
Tanggal 17 Juli sore setelah pulang sekolah ada Sms
“Kita putus, maaf hanya bisa sampai disini. Tapi aku janji ada buat kamu, kita tetap teman dan kamu tetap adik aku. Terimakasih doanya aku dapat kerja.”
Seketika perasaan yang tertanam mencuat dan meledak di angkasa raya, emosi masih stabil dengan pandangan kosong aku diam.
Mengobati hati dan diam walau bencana hati belum juga pulih ketika membuka pesan masuk di facebook menambah kerapuhan hati
“De, aku minta maaf. Aku jadian sama penny mantan shandy yang udah kamu anggap mbak mu. Maaf de aku minta izin gak langsung.”
Apa ini alasan dulu dia
Putuskan apa yang ada? Apa ini pemahaman yang diberikan tuhan akan ucapannya shandy.

Tell me her name I want to know, the way she looks and where you go ?
Why you and I came to an end
lagu Broken vow by lara fabian jadi tema perpisahan ini.

Dua bulan melupakan segalanya.

Telpon berdering
“De, papaku wafat tadi sore. Maafin papaku kalau dia ada salah”.
ya tuhan bukan berarti ini juga yang aku mau untuk memberi dia pelajaran apa arti kehilangan. Setelah beberapa temannya yang aku telpon termasuk pacarnya sendiri, ternyata aku orang pertama yang dia beri tahu. YaALLAH

Beberapa bulan kemudian.

“Kita ketemu yah de, tempat biasa.”
Dia pucat dan lebih kurus.
“Kamu, kenapa bisa kayak gini ka?”.
“Gak ada lagi yang aku pikirin, semuanya pergi bahkan ibu sakit. Aku gak ada yang ngurus, penny keluar negeri buat kuliah aku di gantung, temen temen udah ilang semua.”
“Aku tau dan ngerti kamu, tapi aku sendiri gak bisa bantu kamu”.
“Aku cuman butuh bahu kamu, rasanya aku cape sama semua ini, aku mau istirahat sebentar”.
Segalanya berbalik seketika, tapi memang bukan ini yang kami mau.
Ekasyah selalu menyesal dan berpikir panjang, sekarang aku dan dia hanya teman. Segala perasaan khusus sudah hilang dan pergi, yang ada hanya simpati dan sayang seperti saudara.
Berdua, tapi tak bersama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s