Sudah Setengah Tahun, Dalam 1 Tahun

image

Yaallah, terimakasih sidah pertemukan kami di bulan juli yang luarbiasa ini. Kami mendengar adzanmu dalam kebahagian kami, kami tengadahkan tangan, tundukan kepala, rendahkan hati, memohon dengan sangat padaMu untuk berkenan simpulkan bahagia pada kami, pada orang orang yg kami kasihi.
Berikan sehat untuk laki-laki yang aku sayangi yang insyaallah aku mau hidup lama dengannya, berikan kemudahan pada setiap langkah kita.

Sayang, akan banyak lagi hal yg menuntut kesabaran, terimakasih selama ini sudah sangat indah hubungan kita.

Aku sayang kamu,
Pramaditya Ardiyanto

Sabtu, 27 Juli 2013:)
Nimas Andini Masito

Menuju Setengah Tahun

image

Flashback. Jatuh di bulan ramadhan, ternyata sudah setahun komunikasi di jalin. Dan hampir setengah tahun juga hubungan yang menurutku special terus berjalan baik. Masih tidak percaya, laki-laki yang aku add akun facebooknya dengan foto profil :

image

Sekarang jadi pasangan, berkhayal pun sebelumnya tidak pernah. Sudah hampir 6 bulan. Waktu yang tak sebentar loh untuk saling paham. Tapi aku masih belum mengerti seutuhnya sifatmu. Kebiasaan kita yang being fine ini efeknya ternyata tidak menunjukkan sifat asli masing-masing.
Laaaahj tak apalah, yang penting masih ada doa dan setumpuk rasa yg luar biasa untuk kamu :*
Sebenarnyaaa aku merancang banyak surprise, tapi tak satupum yg selesai. Zsepertinya anniv kali ini akan biasw saja.

Dalam insomnia πŸ™‚
Aku menyayangimu selalu PDA
– NAM

Masih belum ya?

Sudah hampir 6 bulan hingga tulisan ini aku posting disini. Kita masih saja berdua, tak satupun fari kita yang membawa untuk keluarga. Hingga detik dimana aku temui beberapa khayalan dan merancang naskah untuk menjawab setiap tanya jika di pertemukan. Tapi masih saja belum. Bahkam hanya sekedar basa/ basi pun tak sama sekali. Adakah pembicaraan mengarah kesana? Atau kita sama sama pura untuk lupa? Ingat dimana momen sebulan yang lalu kamu bilang “nanti, biar km telponan sama mama” hingga detik ini aku nunggu loh. Tapi. … Kamu lupa πŸ™‚ tak apalah. Hingga niat ku ke kotamu selalu aku utarakan bukan? Dan dengan bodoh aku tanya “ngapain yah aku ke jogja?” agar dapat membuka arah kesana. Bukankah wisudamu sebentar lagi? Perlukah pendamping wisuda? Atau utarakan saja alasan rasional kita : bahwa pasangan yg jauh dan bekerja tak mungkin datang. Tapi bukan itu, mestiny aku kenal dulu agar aku datang ditempat semestinya. Rencanaku harus kamu tau. Saat nanti hari itu tiba, aku pasti datang. Sembunyi di balik semak. Menatap ayah bunda mu bangga, anaknya lulus. Akan ku siapkan pesan yg terkirim tak di baca, karna mana mungkin saat kau kenakan toga kau masih ingat bahwa ada pesan singkat di ponselmu. Aku sudah siapkan plan B ini cukup matang. πŸ™‚ serius loh. Aku tinggal mencari semak untukku sembunyi nanti.
Tenang saja, ini plan ku yang lain kok. Semuanya bagaimana kamu πŸ™‚
Kalau tak ingin seperti ini, aku sudah siap menjawab semua dengan apa adanya. Pertanyaan yg ditanyai banyak orang pastinya. Umur, kegiatan, kuliah dimana, orang tua, dan sisanya adalah pertanyaan sejalan saja. Kalau masih malu, kamu bisa tunggu sampai aku semester 3 atau jabatan karir ku sudah enak untuk disebutkan. Wajarlah jika minder kenalkan aku. Wajar.
Gak etis juga sih kalau di tanyai kawanmu yg ujungnya kamu malu πŸ˜€ aku ngerti kok.
Seperti posting an di wordpress, kamu bisa pending sebelum tulisan mu selesai. Disimpan di draft, kalau udah siap ya di publish. Tapi yakin sampai saat ini masih belum yah?

Anda, membantu anda membuatku berjalan di tebing.

Mereka hanya bisa mendengar teriakan BANANA ku tiap hari, teriakan yany menunjukan aju baik baik saja dan selalu ceria. Setiap hari dalam doa ku di ibadah pagi, aku meminta tuhan untuk menjagaku dari perbuatan munafik sekitaran, menjagaku dari ocehan tak bermutu setiap detiknya. Tuhan, bantu aku. Sesungguhnya tulisan ini hanya cover dari keluhanku yang basa basi. Aku taklagi sabggup menjalankan perintah yang slah. Tolong aku, tak ibgin lagi aku temui tanggal 19 atau 20 setiap bulanya. Aku takut tuhanku. Ini menyiksa ketenanganku sendiri. Aku ingin mengadu, tapi dengan dan pada siapa? Bahkan sepertinyavia tak ingin mendengar keluhanku. Tuhan, jiavaku harus terus seperti ini. Aiu mohon jaga aku. Jaga aku ya allah ya rabb 😦 aku berserah. Hentikan perilakunya.

Hush. . Cukup Adllan

Malam ini di hari yang memang sudah beberapa detik berlalu. Terimakasih atas hangatnya sabtap malam bersama kalian πŸ™‚ dab kamu pelita hati (aku mencintaimu) .
Aku coba menutup hari dengan obrolan yang sebenarnya tak begitu berarti bagiku, berbicara dengan orang bodoh hanya membuang tenaga sja bukan? Hingga lelah dan aku tetlelap sebelum ini membangunkan ku. Kamu,Β  hei kawan masa kecil. Sudah cukup jita bermain, sekarang jangan ajak aku dulu yah. Memang aku tak lagi semerbak mawar yang merah, aku sedang pucat seperti bunga kesukaan mamamu,Β  mawar kuning. Tapi kamu jangan khawatir dan sampai ingin mengajakku untuk bermain kesana. Belum waktunya yah adllan, belum waktunya:) . Keluhankuvtadi pagi tak usah kamu bahas lagi yah. Heei semestinya kamu istirahat saja, bukankah orang baik sudah disediakan surga? Apakah disana tersedia semua yang kamu mau?. Bahagialah, sampaikan pada tuhan, aku juga ingin bahagia. Selamat malam adllan. Nanti aku akan menemuimu dengan sendirinya πŸ™‚ doakan aku dengan dia, aku mencintainya dengan sepenuh hidup.

Selesai ataupun tidak

Kembali kita merancang ide untuk anak ini. Aku sebenarnya sangat paham bagaimana mencintai ‘duluan’ dan menjaga hati untuk tak mengungkapkannya secara blak blakan.Β  Anak ini, dalam setiap detiknya memikirkan orang yang aku saja ingin berucap “belum tentu ia seperti kamu “. Tapi sudahlah cinta kadang gak kenal rumus atau semacamnya. Kembali pada oret oretan yang gak jelas