“Saya Nyaman Sendiri Dulu”

Ketika banyak orang yang mengeluarkan pernyataan bahwa tidak memiliki pasangan adalah hal yang menyedihkan, mungkin tidak begitu berlaku untuk saya dan beberapa orang lainnya.
Sebenarnya saya tidak begitu tahu pasti alasan mereka (orang-orang selainsaya yang menyatakan “Single Happy”) sesungguhnya. Entah menutupi kenyataan kalau memang mereka tidak begitu ‘laku di pasaran’ atau pasar mereka terlalu tinggi.
Kali ini sebenarnya saya ingin menulis tentang nyamannya sendiri walau itu sedikit naif.
Saya akan menjadikan diri saya sendiri manekin dalam tulisan ini. Yang pertama saya bahas adalah tentang kenyamanan dalam kesendirian, lho emang masalah yah yang lain berpasangan terus saya sendiri? Enggak kan? Yang penting saya senang dan bahagia, menurut saya itulah gambaran kecil mengenai kenyamanan orang single, yaitu tidak mempermasalahkan apapun yang dialami diri sendiri dgn membandingkan dengan orang lain.
Lalu mengapa saya memilih untuk sendiri dulu, ya ini mengacu pada alasan saya yang memilih berjalan dijalan saya tanpa ditemani orang yang disebut pasangan.
saya masih belia sebenarnya untuk merasakan apa namanya hari-hari bersama pacar, saya juga termasuk orang yang perpectionist untuk memilih pasangan, posesif dalam berhubungan. Beberapa sifat saya tersebut biasa membuat pasangan tidak nyaman akan saya, jadi lebih baik meng-CUT komunikasi saat pendekatan lalu berhenti di depan dinding tinggi dengan coretan “Single sajalah” dari pada menyakiti seseorangItulah alasan yang ada.
Sayapun tidak menutupi sedang menjalani kehidupan tanpa istilah “oh dia kan cowok gua, dia milik gua”. ada beberapa orang diluaran sana yang begitu menjaga hati dan perhatiannya pada saya, sayapun begitu. tapi kami tidak terikat pada istilah In Relationship kita juga tidak dalam In Complicated Relationship. hubungan seperti itulah yang menurut hati saya paling nyaman.
Mau menuntut tapi bukan milik saya, mau membuat mereka pergi saat sudah bosanpun mudah tak ada hati yang tersakiti.
Jalan yang saya pilih sementara adalah seperti itu, itu hanya sementara saya yakin.
Pernah ada teman bernama Agung Ardi saat saya bertanya siapa pasangannya dan dia menjawab “jomblo, tapi banyak sih yang perhatian”, itu bukan jawaban yang sombong melainkan jawaban yang sama juga saat saya ditanya hal yang sama..
Tulisan saya ini sedikit berbelit dan tidak mudah ditemukan kesimpulannya.
Saya tidak ingin di kekang dan diatur tapi saya ingin ada yang menemani dan peduli, dan jalan yang saya pilih yaitu apa yang saya tulis diatas.
jangan kaget jika ada yang berniat menjadi pacar saya tiba-tiba saja saya tidak mengangkat teleponnya, itu adalah bentuk penolakan untuk mengatakan “gua nyaman sama hubungan kita selama ini,gak perlu jadian please”.
Dan alasan lain adalah menghindari Kewajaran dalam pacaran, contohnya wajar dalam berpegangan tangan, pelukan, bahkan ciuman. Actually saya menghindari hal2 yang dianggap wajar tersebut.
Saya rasa cukup dulu tulisan yang saya muat kali ini dalam judul
“Saya Nyaman Sendiri Dulu”
kita lihat nanti siapa yang akan jadi pacar saya .
1 lagi, saya andinimasito single bukan berarti I can’t move on with old story or exs memory, I did .
See u on other post 🙂

Frapucinno :j with areza

Judulnya : ” sturbucks frappucino, welcome drinks and farewell beverage ”

Jadi gini, hari jum’at yang panas ini biasanya gua cuman males-malesan dirumah aja gak kemana2. Hingga akhirnya gua pun denger bunyi-bunyi yang familiar dari pojok kamar, mikir dulu sebentar ternyata lagu nya Cascada – Everytime we touch, nahloh itu nada dering hp gua -> gua angkat !! “hallo … din dimana?? Ada waktu gak? Botani jam 2 di pizzahut ! ” -> ditutup . ini salah siapa sebenarnya? Apa gua gak save no orang ini atau emg no baru?? -> telpon balik . ” eh siapa lo? Tiba tiba aja bikin janji ! ” ” areza ” | stuck | .
Mandi – siap siap – berangkat (semuanya gak pake mikir) .
Gua adalah type cewek yang punya plan b (misal : org itu gak datang udah gua niatin buat nonton aja).

Jum’at (lupa tanggal) jam 13:10 WIB pizzahut botani square bogor | dresscode : kemeja cokelat tua (‘kle), jeans abu (oakley), sepatu cokelat (bonita), tas abu (NN) slogan : gak matching gak usah berangkat.

Yang gua tau org yang lagi gua tunggu a/ org yang anti telat, tapi 10menit lumayan lama !!, mulai bete dan terbesit untuk jalanjalan dulu yang ditunggu datang | dresscode : kemeja jeans hardrock, blue jeans (gak tau merknya), tas prada, sepatu soft cream playboy parfumnya spalding (fav gue) | .
10menit tuh berasa bentar liat laki2 umur 25 yang goodlooking ini ~melting~ .
“@/:*%#>)}:;+” gua pun gak ngerti apa yang dia maksud.
“lama yah? aku jum’atan dulu, makan? pasta?” “enggak, apa aja” “kopi mau yah?” “Hmm” (gue lagi menikmati anugrah tuhan makanya diem2 aja) .
Sturbucks botani jadi tempat ngobrol gue sama org yang udah gua kenal kurang lebih mau setahun, org yang punya kepribadian kalem dan apa adanya, lama juga gak ketemu dia terakhir pas puasa tahun lalu..
“kamu putihan dek” (hal biasa yg gua denger). “iya mas, dirumah terus”.
Obrolan yang panjang yang agak kaku itu ditemenin sama 2 cup frappucino yang rasanya itu…. Waw.
Pertama kali ketemu setelah sekian lama rasanya ‘kepo’ itu wajar. Dia baru balik dari negara sebelah beresin program S2 *keselek* . Sosok kakak yang baik dan gak macem2 tuh dia, hidupnya selalu dijalan yang benar, cintanya gak pernah jadi masalah, belum pernah denger ada musuh dihidupnya. Ada beberapa project yang dia beresin di INA terus balik lagi, dia gak ragu bilang kalau ini mungkin ‘pertama’ dan terakhir ketemu gua lg.
Baru cerita sebentar,suasana di situ udah gak lg nyaman.
“de tunggu di depan situ yah, minuman kmu bawa aja belum dminum juga kan?” “mau kemana?” —>
“de, masuk !” | mitsubishi galant silver | spontan nanya “mobil siapa?” “mobil tempat kerja”. gak ada perasaan yg jelek kalo lagi sama dia, anteng aja ini hati. “kemana de? aku mesti pulang jam 4 biar gak macet” “yaudah aku pulang, lewat bnr aja” “oke” . gak lupa gua foto dulu f&b yg gua makan / minum .
dia masih seneng cerita2 sekolahnya dan berenti di samping SMAN4 buat beli rokok (marlboro light). “kamu gak cerita de?” “hmmm (gua ceritain org yg lg mau dketin gua)” “hp kamu mana??” . Entah apa yang dia lakuin dihp gua selain ksh nama nomornya. “bawa apa ditas?” “agenda (sambil dikeluarin, make up, dompet, kaos kaki, dll” “liat agendanya?, ohh (ditaro diatas dashboard)”.
Mulai jalan lagi dan cerita diapun dilanjutkan.
Sampe keluar cibeureum gua dpt sms buat mampir dirumah sodara, gua bilang dan diapun cuman diem.
Itu pertama dan terakhir kalinya ketemu areza.
Hmm